MISTERI

Kejadian-Kejadian dan pengalaman mistis yang pernah Kami alami dari kecil hingga saat ini.

Banyak sekali kejadian-kejadian mistis yang pernah saya alami, mungkin ada juga yang menganggap kejadian ini hanyalah sugesti diriku saja, memang yang belum pernah melihat “sosok” sebagian beranggapan bahwa “penampakan” itu “tidak ada”. Kucoba rangkum satu-persatu kejadian mistis ini dan berbagi cerita tentang semua yang sudah kualami

***********************************************************************************************

Anakku Seorang Indigo

Karunia, itu mungkin yang diberikan Sang Pencipta kepada Anakku. Dari mulai dia berusia 2 tahun sudah bisa merasakan dan melihat sosok yang tidak bisa dilihat kebanyakan orang. anakku sering bertingkah aneh pada saat itu, misalkan pada saat di rumah, terkadang saat berjalan mondar-mandir melewati kursi dia selalu bilang punten/permisi seperti ada yang duduk di kursi itu.

Pernah juga pada saat liburan gathering kantor ke pantai carita, aku sering melihat anakku tertawa sendiri, lalu kutanya kepadanya, apa yang kau lihat nak?, anakku menjawab itu banyak anak kecil bermain rame. sontak aku kaget karena didekat parkiran kan kebun dan pepohonan tidak ada orang.

selain itu yang membuat merinding adalah saat malam hari saat kita mau pulang jalan kaki, anakku digendong oleh ibunya, dia menghadap kebelakang dan melambaikan tangan keatas pohon beringin yang besar, lalu kutanyakan lagi, nak kau melihat siapa? mendadahi siapa?, anakku menjawab itu ada perempuan diatas pohon ngedadahin elkisa jawabnya.

Namun saat ini anakku sudah besar dan berusia 4tahun, dia sudah tau mana makhluk halus, dan mana khalayak manusia biasa. anakku cerewet terkadang saat naik mobil pulang pada malam hari, dia menceritakan: Tu dipohon itu ada pocong, tu di pohon ada ular gedeee, tu ada hantu disitu dan disitu. pernah kutanyakan kepada pakarnya Pak Ustad mengenai hal ini dan beliau menjawab: yang bisa menyembuhkan dan menutup mata batin adalah dia sendiri, nanti ada waktunya dia akan berada dalam sebuah pilihan di teruskan atau tidak. jika diteruskan maka akan seterusnya bisa melihat hal gaib, jika dia menginginkan berhenti maka sembuh total. hingga ada pengalaman kami bertiga saat kami mengunjungi teman di daerah cipatat, ceritanya sambung ke bawah ya.

***********************************************************************************************

Sesosok Pria Berbaju Hitam

Belum lama ini beberapa bulan kebelakang, kami bertiga berniat untuk jalan-jalan, dan telah diputuskan untuk mengunjungi situ ciburuy yang terletak di daerah padalarang, ketika itu sore hari menjelang magrib. sebelumnya sih niat mau naik perahu bebek, tapi sudah mau gelap dan akhirnya tidak jadi.

Karena sudah berada di ciburuy, aku coba menghubungi seorang teman di cipatat, dan ternyata beliau ada dirumah. okedeh kita kesana dengan sebelumnya janjian dahulu didepan jalan raya, karena jalan masuknya agak jauh takut kesasar pikirku.

Setelah bertemu ditempat janjian tadi, kami meneruskan perjalanan. jauh juga ternyata kedalamnya, melewati hutan pohon bambu, melewati jembatan sungai dll. akhirnya sampai juga ditempat rumah temanku, sesaat setelah dirumah tiba-tiba anakku bilang padaku bahwa pengen tidur sekarang di mobil, aku menolak dan bilang padanya tidak sopan nduk baru juga datang.

Waktu berlalu tak terasa lama juga kami mengobrol, waktunya pulang nih, namun sebelum pulang, aku mengantarkan anakku untuk buang air kecil terlebih dahulu, karena kamar mandinya berada dibelakang dan terpisah dari rumah, aku meminta temanku untuk mengantar… Setelah buang air kecil anakku berdiri dan melihat keatas sambil berteriak ahhhhh… anakku ketakutan sekali, aku berniat menggendongnya tapi dia tidak mau, mungkin sepertinya ada makhluk diatas kami. dan kami berlari segera kedalam rumah.

Kutatap wajah anakku, ya ampunn pucet banget kau nak. wajah anakku seperti  ketakutan yang amat sangat. singkatnya kami pulang dengan sebelumnya berpamitan ke semua keluarga temanku. dan saat itu menunjukan pukul 9 malam.

Karena sudah hapal jalannya, kami pergi tanpa diantar temanku tadi. Belum juga jauh meninggalkan rumah, diperjalanan tiba-tiba anakku meminta tidur dibelakang mobil dan ingin bermain tablet, seolah dia tidak ingin melihat ke kaca mobil. anakku tidak berhenti bermain tablet, posisi mata anakku dengan tablet dekat sekali hamir nempel dengan wajahnya, hmmm kenapa ya anakku itu seperti tidak ingin melihat keluar.

Jalanan saat itu sepi sekali, sepertinya hanya kami yang melintas jalan itu, walau terkadang kami berpapasan dengan pengendara motor, itupun tak lama. Daannn benar saja saat kami melewati hutan bambu, saat mobil berjalan ada yang mengetuk kaca samping mobil, tak-tak-tak.. istriku menoleh kekiri dan bilang kepadaku, ayoooo jalannya cepetan nyo… anakku tetap tak mau melihat selain tablet, tak-tak-tak ketukan di kaca belakang mobil terdengar lagi semakin keras, hingga tiga kali berlangsung ketukan itu. saat aku melihat spion mobil kiriku tiba-tiba aku melihat ada seorang pria berjubah hitam besar melayang mengikuti mobil kami, terlihat sekali tangan dengan kuku panjangnya mengetuk kaca samping mobil kami, aku meminta untuk kita berdoa selama perjalanan agar tidak di ikuti lagi. hingga akhirnya kami berpapasan dengan truk, karena jalan yang hanya bisa dilintasi 1 mobil, kami mengalah untuk kepinggir jalan dan membiarkan truk itu lewat. kulihat spion dan kebelakang sudah tidak ada lagi pria berjubah hitam itu.

Setelah berpapasan dengan truk, kami sedikit lega karena aku sudah tidak melihat pria itu lagi, saat melihat kebelakang loh kok anakku masih saja menutupi matanya dengan tablet. tak lama terdengar lagi TAK-TAK-TAK… suara itu ada lagi dan pria berjubah itu ternyata masih mengikuti kami.. istriku dan anakku ketakutan sekali saat itu.

Akhirnya, kami sampai juga di jalan raya, sedikit menenangkan diri kumelihat ke belakang, anakku bangun dari jok dan melihat ke kaca mobil seolah dia menahan nafas selama perjalanan (fyuhhhh… hela nafas anakku) pertanda lega karena sudah tidak ada yang mengikuti kami lagi.

***********************************************************************************************

Kain kafan dan Butoijo

Kejadian ini kualami dulu pada saat masih duduk dibangku sekolah menengah pertama. Libur tlah tiba,libur tlah tiba girang sekali saat hari ini adalah libur caturwulan, saatnya mengunjungi nenek di kampung halaman, biasanya liburan selalu bergiliran kedua tempat yaitu Salatiga semarang dan Wonogiri, karena memang setiap liburan sekolah aku pasti pergi liburan untuk mengunjungi nenek dan saudara yang berada di Jawatengah.

Kini aku sudah berada di rumah nenek tercinta, singkatnya haripun berlalu. selepas magrib aku dan saudara sepupuku bertiga kita sepakat untuk mengunjungi Pakde untuk silaturohim, jarak dari rumah nenek ke rumah Pakde sekitar 500meter. Karena jalan kampung pada saat itu gelap gulita, kami berinisiatif untuk membuat obor dari “blarak” atau disebut juga daun kelapa kering untuk dibakar dan menerangi sepanjang perjalanan kami. Maklumlah kampung kami masih asri dan sepi, bisa dibilang kampung ditengah hutan.

Setelah obor hidup kami berempat bergegas pergi menelusuri jalan setepak yang memang dipinggir jalan tersebut juga mengalir sungai kecil. Saat itu memang suasana kampung terasa sepi tidak ada satupun orang lewat jalan itu selain kami berempat.

Sepanjang perjalanan, kami juga banyak bergurau, setapak demi setapak kami lewati jalan gelap itu, sambil sesekali celingak celinguk ke kebun yang gelap, hingga tiba-tiba entah kenapa kepala ini ingin selalu memandang pohon bambu yang berada di sebrang sungai, saat kupandangi perlahan dari bawah ke atas pohon bambu itu, sekilas tampak ada cahaya putih besar di sekitar pohon itu, sambil berjalan mataku tidak bisa berpaling dari pohon bambu itu, hingga tiba-tiba cahaya putih itu berubah menjadi kain kafan yang sangat besar, kain kafan itu sedikit berkibar tertiup angin, sambil kuperhatikan terlihat kepala manusia di tengah kafan itu, tanpa terlihat badannya. (Hanya kepala dan Kain Kafan Besar), sontak aku ingin teriak tapi tidak ada suarapun yang keluar dari mulutku, tangan dan badanpun lemas untuk menyentuh saudaraku, anehnya kaki ini terus berjalan dan mata tetap memandang penampakan itu, Kuberusaha memalingkan wajah dan memejamkan mata, seperti terhipnotis aku tidak bisa apa-apa selain berjalan.

Fyuh.. syukurlah akhirnya kami sampai juga di rumah pakde, sedikit terbata-bata akhirnya kuceritakan kejadian yang baru saja kualami. Seolah Pakde pun tau dan memaklumi kejadian tersebut sambil berkata, memang daerah pohon salak dan pohon bambu itu ada penunggunya yang terkadang memang makhluk tersebut suka menjahili ke orang yang lewat. waktu berlalu kami bersenda gurau hingga terobatilah ketakutanku. Tak terasa malam tiba dan akupun tertidur.

Siang hari tiba, aku dan adik sepupuku Eko yang berusia 10 tahun kembali pulang ke rumah nenek. Aku dan Eko menelusuri jalan yang tadi malam dilewati, saat melintas ke kebun salak dan bambu tadi, kuperhatikan tidak ada yang aneh. bahkan kupandangi dari dekat kain itu tidak ada. Dan sampailah aku di tempat nenek, saat bertemu nenek sengaja tak kuceritakan kejadian yang tadi malam kualami, takutnya nanti nenek menjadi khawatir pikirku.

Malam haripun tiba, nenek pamitan untuk tidur duluan di kamarnya kami pun mengiyakan, malam itu hanya 3 orang dirumah yaitu: aku, nenek dan Eko. Matapun mulai ngantuk, aku mengajak eko untuk menemaniku tidur di kamar sebelah, tidak berani sendiri dikarenakan masih trauma dengan kejadian kemarin malam.

Sebelum tidur aku menutup gorden jendela kamar, dan kamipun berbaring di tempat tidur, hingga Eko berkata kepadaku

Eko: Mas Ari, itu apa yang diatas jendela (sambil eko ketakutan menutup wajahnya dengan selimut)

Jendela rumah nenek memang besar, jadi gorden itu hanya menutup setengah bagian tengah ke bawah saja. setelah kuperhatikan oh itu hanya daun pisang mungkin Ko,

Eko: Bukan mas, pinggir rumah nenek itu lapangan bukan pepohonan

Aku menjadi sedikit takut, karena penasaran kudekati jendela kamar yang sedikit terbuka, semakin dekat kuperhatikan warna hijau itu sangat besar dan tinggi, saat melihat ke atas jendela awalnya hanya melihat warna hijau saja, terus kuperhatikan semakin jelas ku melihat hidung, mulut dengan gigi runcing, dan mata yang bersinar berwarna merah, ternyata saat itu kami berdua jelas sekali melihat sesosok Raksasa berwarna hijau dengan mata merah menyala menyeringai memandangi kami di dalam kamar. Akupun berlari ke tempat tidur, Kami berdua saat itu bersembunyi dengan menggunakan selimut milik nenek di tempat tidur, dan kejadian malam sebelumnya terulang, kami tidak bisa teriak, tidak bisa lari, tubuh kami gemetar dan saking takutnya kami berdua pun tak sadarkan diri.

Tangi ngger subuhan sik, nenek membangunkan kami untuk sholat subuh.

Kami berdua terheran, sudah subuh lagi ya. Setelah mengerjakan sholat subuh kami menceritakan kejadian yang baru saja dialami tadi malam, nenekpun tersenyum dan berkata jangan takut sudah biarkan saja, menurut nenek makhluk itu muncul karena aku, nenek berkata lagi dalam bahasa jawa (buto kuwi teko ndelok kowe ngger, kowe ki resik, yo kowe dewe sing marai makhluk kuwi mrene). perlu diketahui ngger adalah panggilan sayang nenek ke cucu-cucunya. Ah sudahlah biarkan ini jadi pengalaman yang akan selalu kuingat.

***********************************************************************************************

Nyi Blorong di Kali Geneng.

Suatu pagi yang cerah ceritanya kami sekeluarga berlibur dan sudah berada dimana ayahku lahir dan dibesarkan, ya di desa genengharjo kecamatan tirtomoyo kabupaten wonogiri Jawatengah.

saat itu memang liburan sekolah, umurku pada saat itu sekitar 13tahun, kebetulan sekali pada hari itu adalah hari PON(hari jawa), desa kami terdapat pasar namun hanya buka 5 hari sekali yaitu hari PON (pasar pon) saja, akupun pergi bersama paman kecilku yang bernama lek haryoko, begitulah aku memanggilnya. setelah jajan dipasar dan main-main. lek haryoko mengajaku untuk berenang di kali geneng di belakang pasar, perlu diketahui kali geneng adalah salah satu aliran sungai mata air yang nantinya air tersebut mengalir ke bengawan solo.

Tentu akupun senang dengan ajakannya, tak lupa lek haryoko mengajak teman-teman yang kebetulan ada di pasar untuk ikut berenang di kali itu, sesampainya di kali kami semua membuka baju dan BYURRRR sungguh segar rasanya, dan ini adalah foto salah satu tempat favourite ku di kali itu, desa ayahku indahh sekali, dari situ aku bisa melihat air terjun di atas gunung.

6. ni tempat faforitku di kali ini

Sambil bermain-main dan berenang, lek haryoko mengajaku berenang di tempat yang dalam akupun mengikutinya, memang agak sedikit jauh sih dari tempat awal. kami menelusuri sungai kebawah dan sampailah di tempat itu (kedung) kami memanggilnya karena memang dalam sungainya. tak lama kamipun semua berenang dan bermain lagi, setelah berenang akupun kaget dan bertanya loh kok itu makam to lek?, lek haryoko menjawab iya, ternyata perbukitan diatas kedung terdapat makam.

Setelah kami puas bermain, kamipun pulang kembali ke rumah nenek, nenek berkata darimana saja to ngger, aku menjawab berenang di kedung sama lek haryoko, lalu nenek memarahi kami berdua, jangan berenang di kedung ngger disitu ada penunggunya, kamipun tertunduk dan berjanji untuk tidak lagi berenang di kedung. nenek berkata kalau berenang dikali tidak apa-apa asal jangan sampai ke bawah sana (kedung)

Malampun datang, mata ini sudah terasa berat. lelahnya setelah tadi siang seharian bermain, kami bergegas tidur walau saat itu sekitar pukul 9malam semua tertidur hingga aku terbangun oleh angin yang bertiup kencang didalam rumah, setelah lihat jam saat itu pukul 1malam, dingin sekali malam ini celetuku. melihat ke kanan kiriku lek haryoko dan adiku tertidur pulas. tak lama ada suara angin yang besar bertiup dari luar kedalam rumah, rumah nenek itu joglo jadi langsung terlihat genting dari dalam rumah dan tidak memakai plafon.

Setelah angin bertiup kencang tak lama ku melihat ke atap rumah… tiba-tiba HAH iii itu ada 3 orang yang terbang di atap rumah ketiganya perempuan yang sangat cantik, yang ditengah seakan-akan adalah putrinya dan di pinggir kanan-kiri adalah dayang nya, perempuan itu memakai baju jawa berwarna hijau dan semuanya memakai selendang. selendang itu terlihat menari karena tertiup angin. ketiga perempuan itu melihatku ya, hanya melihatku, lalu kuingat ayat-ayat suci Al-Quran, yang kuingat saat itu hanyalah surat Al Asr, kubacakan sekuat tenaga tapi tidak ada kata yang keluar dari mulutku, lalu kubacakan dalam hati sambil tetap mata ini memandang ketiga perempuan itu, setelah selesai membaca, seakan tau yang kubacakan dalam hati, perempuan yang ditengah itu membacakan arti dari surat Al-Asr itu,

Demi Masa, sesungguhnya manusia itu adalah didalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan beramal soleh, mengingat-ingatkan dengan kebenaran dan mengingat-ingatkan dengan kesabaran.

Setelah selesai membacakan arti surat Al-Asr, perempuan itu kini menghilang, dan angin tidak ada lagi di dalam rumah, badanku saat itu lemas sekali, kupejamkan mata untuk tidur namun agak susah, hingga akhirnya akupun tertidur dan terbangun pada pagi hari.mungkin ini pengalaman yang paling unik, karena ternyata makhluk tersebut tau akan terjemahan Al-Asr, kupikir makhluk tersebut mungkin Jin Muslim. pagi itu aku langsung meminta maaf kepada nenek dan bilang bahwa tadi malam aku didatangi 3 perempuan cantik. nenekpun berkata itulah blorong.

***********************************************************************************************

Kuntilanak dan Kakek Tua

***********************************************************************************************

Istana Kerajaan Jin

***********************************************************************************************

Anak Kecil dirumahku

***********************************************************************************************

Penghuni kamar mandi sekolah

***********************************************************************************************

Misteri Kantor Lamaku

***********************************************************************************************

masih banyak.. bersambung

3 responses to “MISTERI

  1. Mas ari kalo bisa yang bahasa jawanya di translate biar tambah mantap … *teman seperjuangan in smoking room😉, lanjutkan gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s